Dalam sebuah game, pemain sering menemukan benda yang dapat rusak. Kotak dapat pecah setelah dipukul, kaca hancur ketika terkena tembakan, sedangkan kendaraan mulai mengeluarkan asap setelah menerima banyak benturan.
Namun, setiap benda tidak selalu mengalami kerusakan dengan cara yang sama. Sebuah tembok mungkin membutuhkan serangan besar untuk hancur, sementara botol kaca dapat pecah hanya dengan satu benturan.
Developer menggunakan sistem kerusakan benda dalam game untuk mengatur perbedaan tersebut. Sistem membaca kondisi objek, kekuatan serangan, material, serta aturan lain sebelum menentukan apa yang terjadi.
Setiap Benda Bisa Memiliki Nilai Ketahanan
Salah satu metode sederhana rajazeus menggunakan nilai ketahanan atau health point.
Misalnya, sebuah kotak memiliki 100 poin ketahanan. Ketika pemain memberikan serangan sebesar 30 damage, nilai tersebut turun menjadi 70.
Jika serangan terus berlangsung hingga mencapai nol, game menjalankan kondisi rusak.
Objek kemudian dapat pecah, menghilang, atau berubah menjadi bentuk lain.
Material Memengaruhi Ketahanan
Developer dapat memberikan karakteristik berbeda pada setiap material.
Kaca biasanya lebih mudah pecah daripada beton. Kayu dapat menerima beberapa pukulan sebelum hancur, sedangkan logam membutuhkan kekuatan yang lebih besar.
Perbedaan tersebut membantu pemain memahami lingkungan.
Setelah beberapa kali bermain, pemain mulai mengetahui benda mana yang mudah dihancurkan dan benda mana yang tidak perlu mereka serang.
Jenis Serangan Juga Berpengaruh
Tidak semua serangan menghasilkan efek yang sama terhadap sebuah benda.
Pukulan biasa mungkin efektif untuk menghancurkan kotak kayu, tetapi tidak memberikan banyak pengaruh terhadap dinding beton.
Sebaliknya, ledakan dapat menghasilkan kerusakan yang jauh lebih besar.
Game dapat memberikan nilai berbeda untuk setiap kombinasi serangan dan material.
Cara ini membuat sistem kerusakan terasa lebih masuk akal.
Lokasi Benturan Bisa Menentukan Kerusakan
Beberapa game menggunakan sistem yang lebih detail dengan membaca bagian benda yang terkena serangan.
Kendaraan menjadi contoh yang mudah ditemukan.
Benturan pada pintu dapat merusak bagian samping, sedangkan serangan pada mesin mungkin memberikan dampak berbeda.
Dengan sistem seperti ini, seluruh objek tidak harus langsung berubah ketika hanya satu bagian yang terkena serangan.
Game Mendeteksi Benturan
Untuk mengetahui apakah sebuah benda menerima serangan, game menggunakan sistem deteksi benturan.
Ketika peluru, karakter, kendaraan, atau objek lain mengenai benda, sistem membaca kontak tersebut.
Game kemudian menentukan beberapa informasi seperti kekuatan benturan dan objek yang terlibat.
Setelah itu, sistem kerusakan menghitung efek yang harus muncul.
Kecepatan Bisa Memengaruhi Besarnya Kerusakan
Dalam game yang menggunakan simulasi fisika, kecepatan dapat memberikan pengaruh besar.
Kendaraan yang menyentuh tembok secara perlahan mungkin tidak mengalami kerusakan berarti.
Namun, kendaraan yang menabrak tembok dengan kecepatan tinggi dapat menerima kerusakan lebih besar.
Developer dapat menggunakan kecepatan dan kekuatan benturan untuk menentukan damage pada objek.
Kerusakan Bisa Memiliki Beberapa Tahap
Benda tidak harus langsung berubah dari kondisi sempurna menjadi hancur.
Developer dapat membuat beberapa tahap.
Pada tahap pertama, objek hanya memiliki goresan. Kemudian muncul retakan, bagian tertentu terlepas, dan akhirnya benda benar-benar hancur.
Tahapan tersebut memberikan informasi visual kepada pemain mengenai kondisi benda.
Pemain dapat memperkirakan seberapa dekat objek menuju kerusakan total tanpa melihat angka.
Efek Suara Membantu Menjelaskan Kerusakan
Suara menjadi bagian penting dari sistem ini.
Kayu yang dipukul menghasilkan suara berbeda dari logam atau kaca. Ketika benda hampir hancur, game juga dapat memainkan suara retakan yang lebih kuat.
Audio membantu pemain mengetahui hasil serangan dengan cepat.
Bahkan tanpa melihat objek secara langsung, pemain dapat mengenali bahwa sesuatu telah pecah dari suara yang muncul.
Pecahan Bisa Menggunakan Sistem Fisika
Ketika sebuah benda hancur, game dapat menghasilkan beberapa bagian kecil.
Pecahan tersebut kemudian jatuh, memantul, atau bergerak sesuai arah benturan.
Developer dapat menggunakan simulasi fisika untuk menciptakan gerakan tersebut.
Namun, terlalu banyak pecahan dapat membebani perangkat. Karena itu, game biasanya membatasi jumlah atau waktu keberadaan pecahan.
Kerusakan Tidak Selalu Permanen
Beberapa objek dapat kembali ke kondisi awal.
Misalnya, benda yang rusak dapat muncul kembali setelah pemain meninggalkan area dan kembali beberapa waktu kemudian.
Game online juga dapat mengatur ulang lingkungan setelah pertandingan selesai.
Developer menggunakan sistem seperti ini agar map tetap dapat digunakan dan tidak kehilangan terlalu banyak objek setelah pemain menghancurkannya.
Tidak Semua Benda Bisa Dihancurkan
Pemain mungkin melihat ratusan objek dalam sebuah map, tetapi hanya sebagian yang memiliki sistem kerusakan.
Developer sengaja membuat beberapa benda tidak dapat dihancurkan untuk menjaga desain level dan performa.
Dinding penting, lantai, atau struktur utama biasanya harus tetap berada di tempatnya.
Jika semua benda dapat dihancurkan, pemain mungkin bisa melewati batas map atau merusak jalur yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permainan.
Kerusakan Benda Bisa Mengubah Strategi
Benda yang dapat dihancurkan dalam game juga dapat menjadi bagian dari gameplay.
Pemain dapat menghancurkan pintu untuk membuat jalur baru, memecahkan kotak untuk mendapatkan item, atau merusak perlindungan yang digunakan musuh.
Dalam situasi tersebut, sistem kerusakan tidak hanya menciptakan efek visual.
Pemain perlu mempertimbangkan benda mana yang sebaiknya dihancurkan dan bagaimana perubahan lingkungan dapat memberikan keuntungan.
Penutup
Game menentukan kerusakan benda dengan membaca berbagai faktor seperti nilai ketahanan, material, jenis serangan, lokasi benturan, dan kekuatan kontak. Setelah memenuhi kondisi tertentu, sistem dapat menampilkan retakan, perubahan bentuk, suara, hingga kehancuran total.
Developer juga menentukan benda mana yang boleh rusak agar permainan tetap berjalan sesuai desain.
Dengan sistem kerusakan objek dalam game yang tepat, lingkungan terasa lebih responsif. Pemain tidak hanya melihat benda sebagai dekorasi, tetapi juga dapat memahami bahwa tindakan mereka memberikan perubahan pada dunia permainan.
Baca juga : Tips Jitu Menghadapi Toxic Player di Game Online